BREAKING NEWS

Bangkit Pasca-Banjir, UPTD BLKI Aceh Utara Latih 384 Pemuda Siap Kerja


Jurnal Asia
—  UPTD Balai Latihan Kerja dan Industri (BLKI) Kabupaten Aceh Utara membekali sebanyak 384 pemuda lokal dengan berbagai keterampilan kerja sepanjang tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya generasi muda yang terdampak bencana banjir di wilayah tersebut.

Plt. Kepala UPTD BLKI Aceh Utara, Nurul Akmal, menyatakan bahwa pelatihan yang mencakup 11 bidang kejuruan ini dirancang untuk mengasah kemampuan teknis peserta agar siap terserap di pasar kerja maupun berwirausaha secara mandiri.

"Harapan kami, dengan memiliki skill dari BLKI Aceh Utara, masyarakat mampu membuka usaha sendiri maupun bekerja di perusahaan," ujar Nurul Akmal di Aceh Utara.


Ia menambahkan, program pelatihan ini menembus target awal yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 300 peserta. Selain mendapatkan materi, para peserta menjalani uji kompetensi yang diuji langsung oleh asesor.

Lulusan yang memenuhi standar berhak mengantongi sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai modal bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Untuk memperluas penyerapan tenaga kerja, BLKI Aceh Utara menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah instansi dan perusahaan BUMN maupun swasta, seperti PT Pupuk Iskandar Muda, PEMA Global Energi, PT Solusi Bangun Andalas, hingga Kementerian PUPR di Jakarta.

Berdasarkan data pelaporan alumni melalui aplikasi Fider BLKI Aceh Utara, tingkat penyerapan lulusan ke dunia kerja saat ini diperkirakan telah mencapai angka 60 persen.


"Sekitar 60 persen peserta terserap ke dunia kerja. Data tersebut diketahui melalui aplikasi Fider BLKI Aceh Utara yang dilaporkan ulang oleh alumni peserta pelatihan," kata Nurul.

Program penyiapan tenaga kerja ini dinilai krusial mengingat tantangan ketenagakerjaan di Aceh Utara yang cukup besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah dengan 27 kecamatan dan 852 desa tersebut berada di angka 6,88 persen pada Agustus 2025.

Kendati demikian, Nurul mengungkapkan bahwa operasional pelatihan masih menghadapi kendala teknis, terutama terkait keamanan fasilitas pendukung.

"Keamanan menjadi salah satu tantangan terbesar. Selama ini jaringan listrik kerap hilang atau dicuri," ungkapnya.

Menghadapi tahun 2027, pihak BLKI berharap dapat meningkatkan alokasi kapasitas dan kuota peserta pelatihan. Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari data tahun 2025, di mana pendaftar di satu kejuruan sempat membludak hingga hampir tiga kali lipat dari kapasitas ruangan yang tersedia.

"Kami berharap pada 2027 lebih banyak program pelatihan dan jumlah peserta meningkat dibandingkan tahun ini," tutur Nurul.

Sumber: Alman | Editor: Jamaluddin Idris

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image