BREAKING NEWS

Mengenal Pak Tam, Sosok di Balik Jargon "Hai Ger-Ger Aceh Utara" yang Mengemas Laporan Bupati Lewat Konten Kreatif


Jurnal Asia 
- Perkembangan teknologi digital dan media sosial kini menjadi instrumen krusial dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat luas. Di Kabupaten Aceh Utara, sebuah pendekatan baru dalam penyampaian informasi publik berhasil menarik perhatian ribuan warganet melalui aksi dinamis sosok Muhammad Razi, atau yang lebih populer dengan panggilan Pak Tam.

Pak Tam merupakan salah seorang Pegawai Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Aceh Utara. Dengan tugas utamanya di bidang kehumasan dan publikasi, ia secara konsisten turun langsung ke lapangan untuk meliput beragam agenda serta program kerja pimpinan daerah.

Hampir di setiap kegiatan peninjauan, peresmian, hingga blusukan lapangan yang dilakukan oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A Jalil, S.E., M.M.—yang akrab disapa Ayah Wa—sosok Pak Tam selalu tampak berada di garda terdepan dengan gawai dan perangkat dokumentasinya. Ia hadir untuk merekam setiap momen kerja nyata bupati dalam merespons berbagai aspirasi dan kebutuhan warga.

Gaya publikasi yang dibawakan Pak Tam terbilang unik dan berbeda dari pola kehumasan konvensional. Memanfaatkan platform media sosial seperti TikTok, baik melalui siaran langsung (live) maupun unggahan video (VT/Video TikTok), Pak Tam menyampaikan laporan lapangan dengan gaya santai, interaktif, bahasa yang merakyat, serta dibumbui humor khas lokal.

Salah satu identitas yang sangat melekat pada dirinya adalah sapaan pembuka yang selalu diucapkannya dengan penuh semangat di awal setiap siaran atau videonya: "Hai ger-ger Aceh Utara". Frasa idiomatis ini tak sekadar menjadi jargon, melainkan telah menjadi daya tarik utama yang menciptakan rasa dekat dan akrab di hati para pengikutnya di media sosial.

Melalui kemasan konten visual tersebut, beragam informasi penting berhasil disebarluaskan secara efektif kepada publik. Mulai dari peninjauan proyek infrastruktur, bantuan sosial untuk warga kurang mampu, agenda kunker baik di kecamatan maupun kegiatan lain di luar kabupaten, hingga respons cepat pemkab dalam menanggulangi bencana banjir, semuanya tersaji secara rinci, cepat, dan transparan.

Bagi sebagian besar warga Aceh Utara, kehadiran konten-konten dari Pak Tam memberikan warna baru dalam menyerap informasi pemerintahan. Masyarakat tidak lagi hanya membaca siaran pers bernuansa kaku, melainkan bisa menyaksikan langsung bagaimana suasana dinamis di lapangan serta cara Bupati Ayah Wa berinteraksi dengan warga secara real-time.

Keberadaan Pak Tam sebagai ASN inovatif di Diskominfo Aceh Utara turut menjadi bukti nyata transformasi digital di tubuh kehumasan pemerintah daerah. Langkah kreatif ini membuktikan bahwa penyampaian keterbukaan informasi publik dapat dikemas secara adaptif, modern, dan komunikatif tanpa menghilangkan substansi serta nilai edukasi di dalamnya.

Inovasi publikasi berbasis media sosial ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi unit humas daerah lainnya. Dengan keterbukaan informasi yang dikemas secara menarikan, di sinergi dan kepercayaan antara masyarakat Aceh Utara dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara pun dapat terjalin semakin kuat.[]

Jurnalis: Jamaluddin Idris

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image