BREAKING NEWS

Kasus DBD di Aceh Utara Tahun 2026 ini Menurun


Jurnal Asia
— Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Kesehatan Kabupaten mencatat tren penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang periode Januari hingga September 2026.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, dr. Ferianto, menyatakan bahwa secara umum jumlah kasus DBD di wilayahnya pada tahun ini mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

"Alhamdulillah, angka kasus DBD pada tahun 2026 ini menunjukkan tren penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu," ujar dr. Ferianto saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026).

Berdasarkan data rekapitulasi Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, tercatat sebanyak 27 kasus DBD selama sembilan bulan pertama tahun 2026. Dari total tersebut, sebanyak 25 pasien dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan medis, sedangkan dua penderita dilaporkan meninggal dunia.

Sebaran kasus tersebut teridentifikasi di 9 wilayah kerja puskesmas dari total 32 puskesmas di Kabupaten Aceh Utara. Adapun 23 puskesmas lainnya mencatatkan zero case atau nihil kasus DBD sepanjang periode tersebut.

Puskesmas Banda Baro mencatatkan akumulasi kasus terbanyak yakni 10 kasus (9 penderita sembuh dan 1 meninggal dunia), disusul Puskesmas Muara Batu dengan 6 kasus, Puskesmas Nisam Antara 4 kasus, dan Puskesmas Dewantara 2 kasus. Sementara itu, Puskesmas Sawang, Nisam, Kuta Makmur, Syamtalira Bayu, dan Simpang Tiga masing-masing melaporkan 1 kasus.

Dua kasus kematian akibat DBD terkonfirmasi berasal dari wilayah kerja Puskesmas Banda Baro (kelompok usia 5–14 tahun laki-laki) dan Puskesmas Simpang Tiga (kelompok usia di atas 44 tahun perempuan).

Dari segi demografi usia, kasus DBD paling banyak menyerang kelompok usia produktif 15–44 tahun sebanyak 15 kasus, diikuti kelompok anak usia 5–14 tahun sebanyak 9 kasus, serta usia di atas 44 tahun sebanyak 3 kasus. Berdasarkan jenis kelamin, penderita perempuan mendominasi dengan 16 kasus, sementara laki-laki sebanyak 11 kasus.

Meskipun tren kasus mengalami penurunan, dr. Ferianto mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan tetap konsisten menjalankan langkah-langkah pencegahan, terutama saat memasuki musim penghujan.

"Meskipun kasus menurun, kami terus mengingatkan masyarakat untuk aktif melakukan Gerakan 3M Plus, yakni Menguras, Menutup tempat penampungan air, serta Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti," pungkasnya.

Editor: Jamaluddin Idris

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image