BREAKING NEWS

Angka Stunting di Aceh Utara Sedikit Berubah Pasca Bencana



Jurnal Asia — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Kesehatan setempat terus berupaya menekan angka stunting di kabupaten tersebut. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar angka stunting terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data sebelumnya, dari hasil pengukuran elektronik e-PPGBM, prevalensi stunting pada 2023 berada di angka 26,8 persen dan turun menjadi 22,4 persen pada semester pertama 2025. Capaian ini tentu masih di bawah target nasional, namun tren penurunan ini dinilai menggembirakan.

Namun bagaimana perkembangan terbaru mengenai angka stunting di kabupaten tersebut?

Data terbaru diperoleh dari Dinas Kesehatan Aceh Utara menyebutkan pasca bencana banjir yang melanda kabupaten tersebut pada akhir 2025 lalu, angka stunting sedikit mengalami kenaikan dan itu tentu menjadi hal yang wajar.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh Utara, Samsul Bahri, SKM., M.KM, dalam sebuah keterangan yang diterima media, Senin (21/9/2026), mengatakan angka stunting di pertengahan tahun 2026 tercatat ada 1.435 kasus atau 3,9 persen (prevalensi stunting) dengan jumlah total balita 40.395.

Jika dihitung dari tahun ke tahun, angka stunting dari 1.966 kasus (4,8 persen) pada tahun sebelumnya menjadi 1.562 kasus (3,7 persen) pada periode Januari–Mei 2025, dan naik sedikit 3,9 persen.

Dinas kesehatan dalam hal ini terus melakukan upaya untuk menurunkan angka stunting dan berharap Puskesmas di seluruh kecamatan juga terus bekerja memantau tumbuh kembang balita agar semua perkembangan dapat terakomodir oleh pemerintah.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada tahun-tahun pertama kehidupan atau periode 1000 Hari Pertama Kehidupan, yang meliputi masa kehamilan hingga usia dua tahun.

Selain malnutrisi, infeksi berulang juga dapat memperburuk kondisi ini. Meskipun banyak yang mengira bahwa anak yang pendek pasti mengalami stunting, tidak semua anak pendek mengalami gangguan ini.

Stunting tidak hanya berpengaruh pada ukuran fisik, tetapi juga pada perkembangan otak, yang dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan daya saing anak di masa depan. Berdasarkan data Kemenkes 2021, Indonesia memiliki angka stunting yang cukup tinggi, yaitu 24,4%, yang menunjukkan bahwa masalah ini perlu ditangani dengan serius.


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image