BREAKING NEWS

Gelar Ops Patuh Seulawah, Satlantas Aceh Utara Utamakan Pendekatan Humanis


ACEH UTARA
— Kepolisian Resor (Polres) Aceh Utara menggelar Operasi Patuh Seulawah 2026 dengan mengedepankan kegiatan preemtif yang diimbangi dengan penegakan hukum secara berimbang dan transparan di wilayah hukum setempat.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Aceh Utara, AKBP Trie Aprianto melalui Kasat Lantas Iptu Sofyan Kurniawan, S.H., M.H, dalam keterangannya terkait pelaksanaan Operasi Patuh Seulawah 2026.

AKP Sofyan menjelaskan bahwa kegiatan preemtif dilakukan melalui sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat yang difokuskan pada tiga titik utama. Lokasi tersebut meliputi kawasan angkutan umum, area keramaian dan warung kopi, serta diler Honda yang berada di Lhoksukon.


"Ketiga kegiatan itu diimbangi dengan kegiatan penegakan hukum yang dilaksanakan di Pos Lantas Lhoksukon. Intinya apa, berimbang dan transparan," ujar Iptu Sofyan.

Ia merinci, penegakan hukum di pos lantas menyasar beberapa pelanggaran prioritas, di antaranya pengendara yang tidak menggunakan helm standar, pelanggaran terkait Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), serta pengendara di bawah umur.

Terkait jumlah pelanggar yang terjaring selama razia berlangsung, pihak kepolisian masih melakukan pendataan dan rekapitulasi lebih lanjut.

Imbauan Keselamatan Berlalu Lintas

Melalui momentum Operasi Patuh Seulawah 2026 ini, Polres Aceh Utara mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam berkendara.

Kepolisian mengingatkan para pengendara untuk menghindari aktivitas berkendara apabila kondisi fisik sedang kurang fit atau mengantuk, serta menyarankan agar segera beristirahat. Selain itu, pengendara juga wajib melengkapi surat-surat kendaraan. Khusus untuk TNKB atau pelat nomor, pihak kepolisian menegaskan agar dipasang sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan dan tidak mengubah angka maupun warna aslinya karena sangat menentukan status kendaraan.

Sebagai upaya pencegahan, jajaran Sat Lantas juga terus menggencarkan edukasi ke sekolah-sekolah, melibatkan guru dan para siswa agar tidak mengendarai kendaraan bermotor sebelum mencapai usia yang telah ditentukan.

"Tetap menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, hindari fisik yang kurang fit, dan patuhi aturan yang berlaku demi kebaikan bersama di jalan raya," pungkas Itpu Sofyan.

| JAMALUDDIN IDRIS

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image